Saturday, August 18, 2012

Cruel Feeling


Cruel Feeling
Cruel feeling, kenapa ya aku bisa menggolongkan perasaan suka ke situ.
Entahlah! yang jelas sesuatu akan lebih kejam lagi jika jarak pencapaiannya sangat jauh, bahkan lebih jauh dari jarak rumah aku ke sekolah.
Itupun jika kita sukses pakai rumus GLB, belum lagi hambatan-hambatan lainnya.

Suka seseorang itu gak sama persis dengan apa yang digambarin sinetron-sinetron atau film-film di televisi meskipun basicnya sama. Kalau menurutku, semua orang juga tau deh tergantung individunya.

Setelah melalui pengamatan, suka sama seseorang bisa digolongkan sebagai berikut :

1.      Privasi Safer
Nah yang kayak gini sering banget di lakuin orang terutama ketika duduk di bangku SD.Aduuuh betapa,    emang cinta monyet gak menjamin keseriusan hati. Tapi sepertinya dengan berdiam diri bisa membuat orang-orang justru cenderung menipu dan membujuk hatinya sendiri dengan kenyataan lain. It works some lies. Selain itu, mereka juga bisa cenderung ke perilaku backstaber. Contohnya suka sama si A, tapi si A jadian sama sahabatnya sendiri. Kayaknya dia ikut seneng tapi dalam hatinya menangis kaca bahkan bisa merencanakan sesuatu lain yang berbahasa. Hati-hati ya sama tipe muka dua seperti ini.

2.      Frontal
Abege labil seperti ini boleh-boleh aja melakukan kalau sudah bener-bener pasti ya. Ada juga kan yang udah frontal sampai akhirnya malu gara-gara gak jadi. Perilaku seperti ini ada bagusnya, itu berarti mereka lebih terbuka dengan perasaan meskipun agak lupa sama limit. People thinks it as a bad behavior. Ewww.

3.      Pertengahan
Kalau ada yang berlebihan atau terlalu kurang pasti beberapa lebih milih ke golongan ini. Golongan ini gak frontal, mereka lebih suka menyampaikan maksud ke umum dengan tersirat bukan tersurat. Golongan ini juga tidak diam, mereka setidaknya mempercayai seseorang dalam menjaga rahasia tentang perasaan mereka. It’s good for some reasons J.

Okay deh, kembali ke Cruel Feeling. Tema ini aku ambil bukan untuk membahas pembunuhan berantai atau fitnah memfitnah. Intinya ini something cruel inside. Kita tahu kan peribahasa, eh kenyataan bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Tapi kadangkala tidak bisa diberikan begitu saja, harus melalui proses yang cukup rumit hingga semakin rumit segala sesuatu akan terasa berkesan.  (Kalian ngerti kan maksud tersirat ini) hmmm sori deh bukan orang yang pandai bikin kata-kata. Sometimes it comes by itself.

Kenapa ya seringkali orang di dekatkan pada sesuatu yang tidak pasti, padahal itu hanya membuat sakit. Tapi ketika didekatkan pada sesuatu yang pasti, segalanya akan berubah karena waktu yang tidak tepat. Lalu apa yang harus di lakukan dalam sesuatu yang seperti ini? Menunggu saja, atau memohon saja, atau melakukan sesuatu, ahhhh tindakan gila.
I won’t be insane, never!

Tapi sebagai kesimpulan tetep inget peribahasa aja deh,
“IF HE’S YOUR DESTINY, HE’LL COME TO YOU WHENEVER, WHEREVER.”
Meskipun dengan penantian yang bisa bikin kita lebih coklat daripada bule yang berjemur di tengah matahari, tapi percaya aja cruel feeling ini gak bakal bertahan sampai kita jatuh terpuruk.Just wait yaaa.

No comments:

Post a Comment